Thursday, May 19, 2011

cinta pertama


No “procastinator” again !
Cinta pertama, no description ! kalo bicara soal cinta, gue engga pernah bisa mendeskripsikan secara jelas, karena menurut gue cinta itu adalah suatu hal yang abstrak.
Tiba-tiba gue tertarik buat nulis tentang cinta pertama, kenapa?! karena dalam satu hari ini gue mendengarkan cerita tentang cinta pertama dari dua orang temen gue.
Cinta pertama, buat sebagian orang cinta pertama itu mempunyai kesan yang paling dalam, merasakan cinta untuk pertama kalinya dengan orang yang kita sukai adalah hal yang sangat indah dan bahkan tidak akan pernah terlupakan seumur hidup.
Kenyataannya memang seperti itu, berikut penuturan dua temen gue tentang cinta pertama mereka .
Orang pertama
Ketika flashback ke masa lalu, ada kesenangan tersendiri yang dia alami, karena masa lalu itu menyimpan kenangan indah tentang cinta pertama, ini kutipannya :
“Andaikan gw bisa balik ke masa lalu. Gw gak akan ngambil keputusan yang ternyata salah. Bring me back to 2006, please L”
“Kalo gw punya Doraemon, yang pertama bakal gw pinta tuh mesin waktu. Lalu, pintu kemana saja. Itu udah pasti lebih dari cukup.”
“Jadi inget waktu ultah gw di tahun 2006, di depan gerbang SMP gw, jam 12 malem, pas lagi acara api unggun. Dapet hadiah paling indah..”
“Hadiahnya nggak berupa barang, bukan juga cake. Tapi 1 kecup di jidat gw. Aaaa! Bener-bener bikin speechless!”
“Jaman dulu, pacaran tuh udah cukup cuma sekedar denger suaranya di telepon. Gak muluk-muluk minta jalan-jalan atau dijajanin macem-macem.”
“Yang penting bisa denger suaranya, cerita tentang keseharian, curhat sama sang pacar. Dunia indah banget.”
“Ketemu cuma pas pulang sekolah, si pacar jemput. Main dirumah temen, dianter pulang sebelum magrib.:) ”
“Satu-satunya kesempatan bener-bener bisa deket atau curi-curi peluk si pacar ya pas di motor. Sesekali peluk punggungnya. Gak lama. Malu.”
“Dulu, gak pernah bisa marah sama dia. Mau dicuekin sampe berminggu-minggu. Gak di sms atau ditelpon seharian. Tetep aja gak bisa marah.”
Dan yang terakhir
 “Indah banget! Sampe sekarang gw ga bisa lupain. Sumpah.. :)”
Sedangkan,
Orang kedua
“sampai kapanpun gue gak pernah bisa lupain masa-masa itu”
“terkadang sampai menitikan airmata jika mengingatnya”
“di saat gue mulai sayang sama seseorang tapi orang itu gak pernah bisa menghargai perasaan gue”
“selalu memandang gue dengan sebelah mata, bahkan menginjak-nginjak gue”
“mungkin karena dulu gue jelek”
“rasanya sakit banget, sakit, bahkan sampai saat ini, setelah 7 tahun berlalu rasa sakit itu masih ada”
“masih terekam jelas bagaimana dia memperlakukan gue,bahkan untuk bicara sama gue pun dia enggan”
“dulu, waktu dia dekat sama cewe yang tak lain adalah teman gue sendiri, rasanya lebih sakit dari apapun”
“gue benci sama dia, sampai saat ini pun kalo mengingat semua itu, rasa benci itu selalu muncul”
“tapi gue gak bisa bohongi diri sendiri, di sisi lain, gue masih nyimpen rasa sayang itu untuk dia”
“dan sekarang, setelah tujuh tahun berlalu, kita ditakdirkan untuk bertemu lagi”
“itik buruk rupa itu telah berubah menjadi angsa putih yang cantik”
“gak akan ada yang bisa memandang gue sebelah mata atau bahkan menginjak-injak gue lagi”
“dan sekarang,  dia berusaha untuk mengembalikan semua rasa yang dulu pernah gue berikan sepenuhnya untuk dia, tapi itu mustahil”
“semua tak akan pernah sama seperti dulu, walaupun rasa sayang itu masih tersimpan rapih di ruang hati yang khusus gue sisakan”
“kini gue telah memiliki dia yang lain, yang mengisi ruang hati gue seutuhnya dan tak mungkin mengkhianatinya”
“semuanya sudah terlambat”
---------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------
Hem, ternyata cinta pertama gak selalu indah, ada juga yang merasakan sakit.
Mungkin saat ini kita memiliki cinta kedua, ketiga atau keberapa, tapi rasanya selalu berbeda dengan cinta pertama dan cinta pertama belum tentu dirasakan kepada pacar pertama.
Ibarat sebuah ruangan, hati kita mempunyai tempat tersendiri yang special untuk menyimpan cinta pertama, dan gak akan ada yang bisa merebut ruangan itu, walaupun itu cinta sejatinya.
Ibarat sebuah ruangan juga, otak kita juga mempunyai ruang khusus untuk menyimpan memori cinta pertama.
Ada kalanya cinta pertama berujung pada cinta terakhir, namun tak semuanya seberuntung itu dan mampu bertahan.
Cinta pertama bisa menjadikan awal untuk menemukan cinta sejati atau bisa jadi sebuah pembelajaran untuk cinta berikutnya.
cinta pertama akan selalu ada di hati, dahulu, sekarang dan nanti .

0 comments:

Post a Comment