Wednesday, May 25, 2011

happy birthday


4 : 17 PM , 25 mei 2011
Beberapa jam lagi, tepat jam 12.00 malam nanti umur gue akan bertambah satu, semakin bertambahnya umur gue berharap semakin dewasa, gak moody-an, gak ambekan, gak manja lagi, pokoknya semua sifat childish nya hilang.
hem gak ada yang special di setiap tanggal 26 mei dan gue juga gak akan mengharapkan sesuatu yang special di hari semakin tua-nya gue, sama aja seperti hari-hari biasanya, tapi ulang tahun kali ini lebih baik daripada tahun lalu, gue bersyukur masih bisa liat kedua orang tua dan keluarga gue sehat, karena tepat satu tahun yang lalu, mamah dirawat di rumah sakit, gue selalu sedih kalo inget saat itu.
26 mei 2010
Hari ketiga mamah dirawat di rumah sakit karena penyakit batu empedu dan bakteri di lambungnya, kebetulan malam itu gue harus jaga malem karena papah dan kakak2 gue udah terlalu lelah selama 3 hari jaga mamah.
Pulang kuliah gue langsung ke rumah sakit, waktu gue datang mamah lagi tidur, ngeliat dia dengan wajah pucat dan lemah, sumpah gak tega banget, rasanya mau nangis, tapi gue gak boleh nangis di depan papah, tahan sekuatnya, sampai papa pulang ke rumah.
Gue duduk di pinggir ranjang, selalu mengawasi keadaan mamah, gak pernah sedetik pun pandangan gue lepas dari wajah mamah, saat itu wajahnya pucat, lemah dan tak berdaya, ya tuhan saat itu gue mau nangis, tapi gue gak mau mamah liat gue nangis, gue harus kuat, supaya mamah juga kuat, seringkali mamah mengerang sakit di perutnya dan gue Cuma bisa mengelus punggungnya untuk meringankan rasa sakitnya, sampe jam 12 malem, tepat tanggal 26 mei, mamah terbangun dan menatap wajah gue, dengan suara serak dan pelan dia bilang “selamat ulang tahun icha, maaf disaat icha ulang tahun malah harus jagain mamah di rumah sakit” ,mendengar itu rasanya dada gue sakit dan sesak, sekuat tenaga menahan airmata ini dan dengan lembut gue bilang “gapapa mah, yang penting mamah cepet sembuh”, saat itu mamah Cuma diam dan lama2 kembali tertidur, saat itu gue udah gak bisa nahan lagi tangis gue. Dalam tangis dan di hari ulang tahun gue ini, gue Cuma minta satu permintaan, Cuma satu yang gue pinta sama Tuhan, “sembuhkanlah mamah ya Allah”. Saat itu gue bener2 ngerasa sedih dan sendiri.
Satu persatu sms ucapan happy birthday masuk ke hp gue dan tiap balesannya gue selalu minta untuk doain mamah, cukup senang karena mereka masih inget hari ulang tahun gue dan biasanya mereka selalu datang ke rumah untuk sekedar mengucapkan selamat dan memberikan hadiah kecil, tapi saat itu berbeda, gue berharap ada seseorang yang datang nemenin dan nguatin gue, entah itu teman, sahabat atau orang yang pernah ada di hati gue, gue butuh seseorang, tapi mereka gak ada. Sampai keesokan harinya sekalipun mereka gak ada. Mungkin mereka sibuk atau punya urusan masing-masing, tapi jujur saat itu gue sangat kecewa. Kita selalu punya waktu untuk tertawa dan bermain bersama tapi saat itu kalian gak ada, saat gue butuh seseorang untuk sokongan. Oke, gue mencoba mengerti hal itu dengan berbagai alasan.
Setelah ditangani secara medis, hari demi hari keadaan mamah membaik, bersyukur banget ternyata Allah mengabulkan doa gue, akhirnya mamah dibolehkan pulang, seneng banget bisa liat mamah sehat lagi dan bareng2 sama gue dirumah. Saat itu temen2 gue pada jenguk mamah di rumah karena gak sempet jenguk di rumah sakit, makasih yah .
Saat nulis ini, airmata gue keluar lagi, gak tau kenapa setiap inget kejadian ini rasanya sedih banget.
Seneng banget di ulang tahun kali ini, gue, mamah, papah dan keluarga dalam keadaan sehat , semoga selalu seperti itu dari tahun ke tahun, amin 



0 comments:

Post a Comment